Skip to main content

DAUN BAMBU MENGATASI SESAK NAFAS, STROKE, ASAM URAT, LUKA DIABETES



Daun Bambu yaitu daun dari tanaman bambu. Tanaman yang sering kita temui dan mudah di dapatnya ini sangat banyak manfaat dan faedahnya. Bambunya tersebut yaitu tanaman dari jenis rumput-rumputan. 

Di indonesia beberapa besar penduduknya menggunakan tanaman bambu untuk keperluan keperluan di luar kesehatan seperti untuk alat kesenian instrumen musik, untuk bahan bangunan membangun rumah sederhana, dan mungkin ada banyak lagi. 

Tetapi di negara cina sebagai acuan dalam permasalahan obat herbal tanaman bambu dapat di gunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan dengan memanfaatkan daunnya. 

Daun Bambu memiliki sifat stimulan, berhawa dingin, menyegarkan, menetralisir chi, dengan rasa agak pahit, tidak beracun, dan beraroma ringan. Daun bambu ini di gadang-gadang mempunyai manfaat atau fungsi mengatasi asam urat ini karena kaya zat flavon didalamnya, Zat flavon yaitu salah satu kelas dari flavonoid. 

Sedangkan Zat flavon tersebut memiliki manfaat sebagai salah satu sumber anti-oksidan sekalian penghambat oksidasi xantin jadi asam urat. Sedang mikroelemennya baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. 

Zat Kandungan Daun Bambu : 
-Flavon 
-Flavonoid 
-Polisakarida 
-Klorofil 
-Asam  amino 
-Vitamin. 

Manfaat Daun Bambu : 
-Sebagai anti penuaan 
-Menyegarkan Hati 
-Meredakan batuk dan sesak nafas 
-Menghilangkan rasa panas pada dada 
-Menghangatkan limpa 
-Menghilangkan haus dan dahak 
-Melancarkan buang air kecil, Dan lain-lain. 

Berikut ini yaitu Cara Membuat Ramuan Daun Bambu Beserta Khasiatnya : 

 " Menyegarkan Hati, Menghangatkan Limpa, Menyingkirkan Riak/Dahak, Menyingkirkan Angin Jahat Pada Badan, Mengatasi Batuk, Menyembuhkan Sesak Nafas, Terapi Stroke Ringan, Dan Memperbaiki Manfaat Trombosit ". 

Cara Meramu : 
Siapkan bahan daun bambu tali yang masihlah muda beserta 3 lembar daun tapak liman. Rebus bahan itu bersama 4 gelas air sampai tersisa air hanya 2 gelas. Saring hasil rebusan lalu minum 2 kali sehari. 

Mengatasi Penyakit Asam Urat 

Cara Meramu : 
Daun bambu yang masih muda di jemur sampai hilang semuanya getahnya. Gosok-gosok untuk menyingkirkan bulu-bulunya. Lalu campur dengan 3 gelas air selalu di rebus hingga masak dan air berkurang. Angkat dan dinginkan. Minum air rebusan daun bambu itu 2 kali sehari sampai sembuh. 

H4! d Tidak Teratur 

Cara Meramu : 
Dua cangkir daun bambu di rebus sampai masak. Dan minum hasil rebusannya sehari 2 barangkali. Biasanya dengan meminum sehari saja sudah cukup untuk mengatasi h4! d yang tidak teratur. 

Membunuh Cacing Usus 

Cara Meramu : 
Seduh daun bambu dengan air panas jadi teh. Lalu minum selama 2 hari berturut-turut sehari 2 kali pagi sore. 

Membersihkan Luka Yang Penuh Belatung 

Ambil beberapa helai daun bambu di jus bersama air untuk di buat menjadi jus. Gunakan jus daun bambu untuk membersihkan daerah yang terluka.

Comments

Popular posts from this blog

BAGIKAN SEBELUM TERLAMBAT....! INDONESIA LAGI-LAGI DIBODOHI DENGAN PEMBALUT YANG BERBAHAYA... BERIKUT DAFTAR 9 MERK PEMBALUT TERSEBUT..

Untuk melindungi kebersihan serta kesehatan, nyaris semua wanita di Indonesia memakai pembalut saat datang bln.. Tetapi, riset paling baru dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkap kalau ada sembilan merk pembalut di Indonesia yang memiliki kandungan zat beresiko, satu diantaranya klorin.  " Ada sembilan merk pembalut serta tujuh pantyliner yang memiliki kandungan klorin yang berbentuk toksin, " tutur peneliti dari YLKI, Arum Dinta, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/7). Menurut Arum, YLKI mulai menelusuri kasus ini sejak menerima banyak laporan gangguan kulit dari konsumen setelah memakai pembalut tertentu.  " Klorin memanglah tak dapat diliat dengan cara kasat mata, jadi kami kerjakan penelitian uji laboratorium dengan cara spektrofotometri, " ucap Arum. Dari hasil riset itu, diketemukan kalau pembalut yang memiliki kandungan klorin paling banyak yaitu merk CHARM dengan 54, 73 ppm. Menyusul di belakang CHARM, Nina Anion tempati posisi ke-2 deng...

Cara Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita

Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah penyebab, sesudah memberi pertolongan pertama, bawa selekasnya si kecil ke rumah sakit. Kejang sendiri terjadi disebabkan adanya kontraksi otot yang terlalu berlebih kurun waktu tertentu tanpa dapat dikendalikan. Satu diantara penyebab terjadinya kejang demam yakni tingginya suhu tubuh anak. Munculnya kejang yang dibarengi demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak pada demam sangat bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, jadi demam pada suhu tubuh 38 C juga telah dapat membuatnya kejang. Sesaat pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dihadapi jika suhu tubuh telah mencapai 39 C atau lebih. SEGERA BAWA KE DOKTER Untuk mencegah beberapa hal yg tidak diinginkan, dianjurkan supaya orangtua sesegera mungkin berikan pertolongan pertama begitu tahu si kecil alami kejang demam. Kemudian, janganl...

Manfaat Buah Pare Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Anda suka  makan pare? Pare umumnya dijadikan menjadi sayur buat masak. Syaur yang satu ini ialah galat satu butir yang relatif kontroversial. Rasanya yg getir namun segar jua kerap dijadikan menjadi juz, sebab dipercaya mengandung banyak khasiat bagi kesehatan dan  kecantikan. Benarkah demikian? Sebelum kita bahas kira-kira apa saja manfaat pare bagi kesehatan dan  kandungan nutrisinya, terdapat baiknya kita kenalan menggunakan buat yg satu ini. Pare berasal asal wilayah asia tropis terutama pada wilayah india barat yakni assam serta burma. Dengan nama latin momordica, butir ini bisa merusak serta menekan pertumbuhan sel kanker. Wow, sangat luar biasa sekali bukan? Ilustrasi Buah Pare Lima manfaat buah pare bagi kesehatan serta kecantikan Gambaran butir pare Nah, anda sempurna bertanya-tanya ya dengan manfaat dan  khasiat yang lainnya. Nah, ini dia beberapa nutrisi buah pare. Setiap 100 g butir pare mengandung tenaga 34 kkal, protein 1.1 g, lemak 0.3 g...